informasi
Sop Ma’idah, sukses menggoyang lidah

29 Oct 2018

Sop Ma’idah, sukses menggoyang lidah

Bapak Suparyanto adalah pensiunan dari PT Astra Honda Motor (AHM)  dengan masa kerja 31 tahun di bagian parts AHM Pulo Gadung. Pensiun pada 08 Agustus 2018 bapak Supriyanto memulai usaha kuliner bakso yang diberinama Bakso Janda (Jakarta Soenda). Bermula pada pemikirannya akan makanan yang membumi dan disukai banyak orang. Berjualan bakso dipilihnya sebagai segiatan pasca pensiun berlokasi di Ganda Agung, Karang Satria Tambun Bekasi.

 

Pada mulanya kedai bakso bapak Suparyanto sangat ramai didatangi pengunjung, namun satu tahun berselang banyak kedala yang dihadapi. Mulai dari biaya sewa yang terhitung sangat mahal, karyawan yang sering keluar masuk hingga daya beli pengunjung yang turun. Akhirnya Bapak Suparyanto memutuskan menutup sementara kedai tersebut.

 

Memulai putar otak untuk usaha baru, Bapak Suparyanto memulai kembali usaha kuliner pada 2015. Namun saat ini yang dipilih adalah sop iga dan sate maranggi. Beliau memulai usaha tersebut dengan sistem patungan dengan beberapa rekan dan mengikuti tahapan perencanaan yang sistematis yang pernah dipelajarinya dari pelatihan pensiun. Mulai dari mencari tempat yang strategis, rasa yang enak, harga yang terjangkau, bahan baku dan lain lain.

 

Memilih jalan Inspeksi Kalimalang sebagai tempat usaha dan nama Sop Iga Ma’Idah sebagai nama dagangnya, kedai sop nya sangat laris dan didatangi pengujung tetap maupun yang sekedar makan siang melewati jalan inspeksi kalimalang. Dengan mengunakan daging sapi berkualitas, kedai ma’Idah saat ini setiap hari bisa menghabiskan 50kg Iga, 10 Kg daging sapi, 4 kg daging ayam dan 4 kg daging kambing. Bapak Suparyanto beranggapan kesuksesan kedainnya saat ini didukung dari team yang solid dan tanggung jawab akan pekerjaan masing masing. Harapannya usahanya akan terus lancar dan memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain.

 

Kembali ke Kegiatan Pensiunan