[Milis Astra] Semangat Hari Sumpah Pemuda Inspirasi Penerima SATU Indonesia Awards Asal Kalsel

28 Oct 2020

[Milis Astra] Semangat Hari Sumpah Pemuda Inspirasi Penerima SATU Indonesia Awards Asal Kalsel

JAKARTA: 92 Tahun lalu para pemuda Indonesia merumuskan tiga ikrar yang kemudian dikenal sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II tersebut dihadiri pemuda dari Indonesia barat hingga timur. Hal itu menunjukkan semangat dan kecintaan mereka yang rela melakukan perjalanan jauh demi mewujudkan persatuan generasi muda Indonesia. 

Kini, 75 tahun Indonesia merdeka. Banyak hal yang dapat dilakukan pemuda bangsa untuk tetap menghidupkan semangat Hari Sumpah Pemuda yang  jatuh pada hari ini (28/10). Dari hal yang paling sederhana seperti mencintai keragaman budaya, bahasa dan suku yang terdapat di negeri ini.  

Seperti di Kalimantan Selatan, di mana ibu-ibu yang belanja ke pasar tradisional terbiasa menggunakan tas purun sebagai kantong untuk membawa berbagai macam barang belanja. Pemakaian kantong plastik sekali pakai tentunya menjadi berkurang. 

Muhammad Aripin, pendiri Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, berupaya memberdayakan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak jalanan hingga kaum difabel untuk dilatih dan berkarya membuat berbagai macam kerajinan tangan, salah satunya tas purun. 

Purun merupakan sejenis rumput yang banyak tumbuh di Kalimantan Selatan. Sejak dulu, warga mengenal purun hanya untuk bahan pembuatan bakul atau kantong belanja. Di tangan Aripin, purun disulap menjadi tas kantong belanja yang digunakan untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai. Purun juga bisa dijadikan dompet ataupun tas yang modelnya modis untuk pemakaian sehari-hari. 

Atas kegigihannya dalam memberdayakan masyarakat Banjarmasin inilah Aripin meraih apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards tahun 2016 bidang kewirausahaan. 

Produksi tas purun ini dilakukan oleh empat kelompok perajin, termasuk di dalamnya adalah kaum difabel, yang setiap kelompoknya terdiri dari 10-12 orang. Sebelum pandemi, setiap bulan, Aripin dan kawan-kawan mengerjakan pesanan tas purun untuk sebuah institusi pemerintah, sehingga tiap perajin dapat membawa pulang Rp3 – Rp5 juta per bulan. Namun karena adanya pembatasan kegiatan di saat pandemi, produksi tas purun terdampak. 

“Alhamdulillah seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial, sekarang mulai berdatangan pesanan-pesanan dari pemerintah daerah maupun dari luar kota. Walaupun belum stabil seperti sebelumnya,” ujar Aripin.   

Semangat Kurangi Plastik Semangat Aripin dan kawan-kawan dalam membuat tas purun dan barang-barang hasil daur ulang lainnya, sejalan dengan Semangat Kurangi Plastik yang digaungkan Astra sejak Februari lalu, bertepatan dengan HUT ke-63 Astra.  

Astra bersama 63 perusahaan Grup Astra, yayasan-yayasan Grup Astra, dan 22 Kampung Berseri Astra di seluruh Indonesia telah mengelola 46,6 ton sampah plastik. Gerakan tersebut merupakan langkah nyata Astra untuk peduli terhadap lingkungan dan sekaligus sejalan dengan kontribusi sosial Astra di bidang lingkungan.  

Berbagai aktivitas telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Grup Astra dan yayasanyayasan Astra, di antaranya penyediaan Kotak Semangat Astra, mengurangi penggunaan material plastik untuk kemasan produk, larangan penggunaan air minum dalam kemasan plastik pada saat meeting, sosialisasi ke pihak penyedia jasa konsumsi untuk penggunaan plastik sekali pakai dalam penyajian makanan dan pemilahan sampah dan aksi bersih-bersih area kantor. 

Semangat Aripin mengembangkan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar sejalan dengan citacita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. 

 

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Boy Kelana Soebroto
Head of Corporate Communications
PT Astra International Tbk
Telp. 021-508-43-888

 

Kembali ke Berita Umum